Festival Peneleh, Kembangkan Wisata Sejarah di Surabaya

Minggu, 09 Juli 2023 22:17 WIB

Penulis:Asih

Editor:Asih

IMG-20230709-WA0147.jpg
Masyarakat menonton pemutaran film sejarah Surabaya di Kampung Peneleh dalam Festival Peneleh, Sabtu (8/7/2023).

SURABAYA | halojatim.com - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur bersama Pemkot Surabaya  sukses menggelar Festival Peneleh 2023 dalam rangkaian Java Coffee Culture (JCC). 

Wali Kota Eri mengaku  Festival Peneleh telah direncanakan sejak 2018. Saat itu, dia masih menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya. 

"Alhamdulillah setelah saya menjadi Walikota, gelaran ini bisa berjalan. Karena Peneleh, Pandean, Plampitan, hingga Lawang Seketeng memiliki sejarah yang besar. Karenanya kita kembangkan wisata heritage ini,” ungkapnya di sela acara, Sabtu (8/7/2023) malam. 

Penetapan Peneleh menjadi Kampung Wisata Sejarah, tentunya bukan tanpa alasan. Sebab, Cak Eri mengatakan banyak kalangan menyebut Peneleh sebagai situs kebangsaan. Salah satunya, terdapat rumah HOS Tjokroaminoto yang menjadi tempat tinggal Bung Karno saat remaja. 

“Karena itulah puncak ilmu kebangsaan dan politik itu ada di Surabaya dari pemikiran HOS Tjokroaminoto. Kita sebagai penerus bangsa ini, anak-anak muda harus memiliki semangat dan spirit seperti Bung Karno dan HOS Tjokroaminoto,” ujarnya. 

Di sisi lain, Pemkot Surabaya bersama Bank Indonesia dan Komunitas Begandring Soerabaia turut menggeliatkan perekonomian di kawasan Peneleh dengan menghadirkan UMKM. 

"Inilah yang membangkitkan ekonomi dan UMKM kita. Tetapi yang terpenting adalah ini bisa menjadi tonggak sejarah, maka anak SD-SMP di Kota Surabaya kita wajibkan ke Kampung Wisata Sejarah Peneleh. Sehingga mengerti kalau Bung Karno lahir disini dan gurunya HOS Tjokroaminoto,” terangnya. 

Cak Eri ini tengah mempersiapkan pengembangan kampung-kampung lainnya di Surabaya untuk menjadi kawasan Kampung Wisata Sejarah. Seperti Kampung Arab dan Kampung Pecinan Surabaya. 

“Kita akan menata terus dengan komunitas yang ada di Kota Surabaya. Juga ada kampung lainnya, seperti kampung Arab yang InsyaAllah tahun ini juga akan selesai untuk di kawasan Kiai Haji Mas Mansyur, juga Kampung Pecinan,” jelasnya. 

Ke depanya, pada pengembangan Kampung Wisata Sejarah, Pemkot Surabaya membuka diri untuk bersinergi bersama komunitas maupun stakeholder yang ada di Kota Pahlawan. 

“Sebab pemkot tidak bisa berjalan sendiri, karena itulah pemkot terbuka. Karena saya yakin Surabaya akan menjadi Kota Pahlawan yang bukan hanya slogan saja, tetapi jiwanya juga memiliki jiwa kepahlawanan,” tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jatim Doddy Zulverdi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan ekonomi. Dimana pada sisi ekonomi global, pihaknya mencoba memitigasi dampak pada perekonomian di Indonesia, Jawa Timur, dan di Surabaya. 

“Kita optimalkan peluang domestik, kami melihat salah satu potensi dimana Festival Peneleh merupakan bagian dari Java Coffee Culture yang sudah dibuktikan juga pada gelaran tahun lalu. Yakni, ikut berkontribusi dalam menghidupkan kawasan wisata di Jalan Tunjungan,” kata Doddy. 

Doddy mengaku, Bank Indonesia ingin kesemarakan Java Coffee Culture juga meluas di sektor lainnya, seperti sektor pariwisata. Karenanya, dengan mengoptimalkan kawasan Kampung Wisata Sejarah Peneleh agar bisa menghidupkan lingkungan perkampungan warga sekitar. 

"Ini adalah bagian dari program Bank Indonesia dalam mendukung UMKM dan sektor pariwisata. Pengembangan kampung wisata ini, kami berkolaborasi dengan OPD agar bisa keberlanjutan,” ungkapnya. 

Ia berharap, masyarakat maupun stakeholder lainnya bisa turut mendukung upaya tersebut. Doddy mencontohkan bahwa rumah warga sekitar dapat disewakan menjadi penginapan bagi wisatawan luar Surabaya maupun mancanegara. Mengingat kawasan Kampung Wisata Sejarah Peneleh memilih beragam destinasi wisata living heritage. 

“Dipromosikan dengan pendekatan cerita sejarah. Maka kita harus optimalkan dari segala sisi karena sejarah di kawasan Peneleh sangat luar biasa,” terangnya.