Jumat, 15 Januari 2021 06:37 WIB
Penulis:Andri

Awalnya ada 16 Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya mendapat vaksin Covid-19 pertama. Namun, itu urung terlaksana.
Sedikitnya empat jajaran diperkirakan belum bisa mengikuti vaksinasi saat pencanangan yang direncanakan di Balai Kota Surabaya, Jatim, Jumat (15/1). "Dari 16 nama yang kita sampaikan itu masih ada empat yang belum terkonfirmasi apakah bisa dapat vaksin atau tidak," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana di Surabaya, Kamis.
Adapun jajaran Forpimda Surabaya yang siap ikut pencanangan vaksinasi di antaranya Plt Wali Kota Surabaya, Komandan Resor Militer 084/Bhaskara Jaya, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya.
Selain itu ada juga Kepala Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Kepala Kancab BPJS Surabaya, Deputi Direksi BPJS Kanwil Jatim, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua IDI Surabaya, Direktur RSUD dr. Moh Sowandhie, dan Ketua Tim Penggerak PKK.
Whisnu sendiri mengakui sudah menerima SMS blast (pemberitahuan) dari pemerintah pusat. Artinya, ia dinyatakan lolos pada tahap pendaftaran ulang dan diperbolehkan untuk mengikuti tahapan vaksinasi selanjutnya.
"Kalau saya sendiri dari pagi sudah dapat SMS blast. Jadi sudah bisa divaksin tanggal 15 Januari ," katanya.
Dalam pencanangan vaksinasi Covid-19 ini, kata Whisnu, pihaknya menyiapkan sembilan tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri dari para dokter dari RSUD Dr. Soewadhie dan Puskesmas.
Sejauh ini, Whisnu menyatakan, bahwa seluruh persiapan untuk kegiatan pencanangan vaksinasi telah siap dilaksanakan. Bahkan, ketika waktu pelaksanaan, kata dia, pihaknya juga menyiapkan mobil ambulans untuk mengantisipasi bila ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang tak diinginkan.
"Ada dua ambulans yang kita siapkan beserta peralatan, intinya semua persiapan sudah matang," katanya. (*)
Bagikan