Minggu, 15 Agustus 2021 13:45 WIB
Penulis:Andri

Masih di masa pandemi tak membuat petani di Jatim lesu. Malah, sebaliknya, mereka mampu lebih produktif. Sebagai buktinya, Jawa Timur mengekspor komoditas pertanian senilai Rp1,3 triliun melalui Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
"Jatim menyumbang ekspor Rp1,3 triliun ke sejumlah negara. Artinya masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat kinerja ekspor Jatim," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Ia mengatakan dari total ekspor yang dikirimkan Jatim terdapat beberapa subsektor, seperti hortikultura sebanyak 3,2 juta kilogram dengan nominal senilai Rp133,135 miliar, perkebunan sebanyak 49,5 juta kilogram dengan nominal senilai Rp820,549 miliar, dan peternakan sebanyak 3,03 juta kilogram dengan nilai Rp144,154 miliar. Kemudian, dari subsektor tanaman pangan sebanyak 1,38 juta kilogram dengan nilai Rp99,157 miliar, serta subsektor lain-lain sebanyak 34,4 ribu kilogram dengan nilai Rp111,086 miliar.
Khofifah mengatakan , kegiatan ini sejalan dengan semangat Pemprov Jatim untuk terus mendorong percepatan peningkatan transaksi perdagangan luar negeri, serta menambah devisa melalui ekspor guna menyeimbangkan neraca perdagangan setempat.
Sejumlah strategi, kata Khofifah, terus diupayakan untuk meningkatkan ekspor di Jatim. Salah satunya dengan memberikan stimulus kepada pelaku usaha, baik di sektor pertanian, industri maupun perdagangan.
Hadir pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan proses pelepasan ekspor dilepas secara virtual oleh Presiden Joko Widodo dari Istana Bogor. Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan pelepasan ekspor komoditas pertanian dilaksanakan serentak di 17 pintu ekspor sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi COVID-19, sekaligus untuk memperingati HUT Ke-76 RI. (*)
Bagikan