Dirut BEI : 2021, Transaksi di BEI Terus Meningkat

Kamis, 10 Juni 2021 08:51 WIB

Penulis:Asih

BEI.jpg
Direktur Utama BEI, Hasan Fauzi. undefined

Pandemi Covid-19 juga berdampak pada perdangan di pasar saham nasional pada 2020 lalu. 

Namun pada 2021 ini, gairah pasar saham mulai meningkat bahkan melampaui tahun-tahun sebelumnya. 

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perdagangan pada saat pandemi sungguh anjlok. Direktur Utama BEI, Hasan Fauzi membeberkan pada perdagangan di bursa pada awal pandemi hanya mencapai Rp 6,4 triliun per hari.

"Pasar mulai bangkit di akhir 2020 atau Desember 2020 yang mencapai Rp 18,4 triliun per hari," ujar Hasan Fauzi saat acara halal bihalal virtual yang digelar BEI Surabaya, Selasa (8/6/2021). 

Lonjakan itu kata Hasan Fauzi berlanjut hingga awal 2021. "Pada 4 Juni 2021 transaksi perdagangan mencapai Rp 12,8 triliun per hari," tukas Hasan Fauzi. 

Peningkatan itu kata Hasan Fauzi disebabkan banyak hal. Mulai surutnya dampak pandemi karena vaksinasi yang mulai masif bisa menjadi alasan. 

Alasan lain ditambahkan Kepala Perwakilan BEI Surabaya, Dewi Sriana karena banyaknya orang di rumah saja, membuat masyarakat mencari alternatif cara mendapatkan penghasilan dari rumah. 

"Masyarakat akhirnya mulai melirik pasar modal dan tertarik pada pasar finansial untuk mendapatkan penghasilan," tutur Dewi Sriana. 

Pemulihan pasar terlihat dari mulai kembalinya investor asing. Saat awal pandemi, banyak investor asing yang menjual sahamnya, namun kini perlahan mulai kembali. Pada 2020, asing menjual sebanyak Rp 47,81 triliun. Dan sekarang sudah mulai kembali. Net buy per 4 Juni 2021 sebesar Rp 14,78 triliun.

"Perlahan menunjukkan investor asing mulai kembali memiliki saham terbaik di bursa saham kita," tukas Hasan Fauzi. 

Diakui Hasan Fauzi, di masa pandemi ini,  justru jumlah investor meningkat tajam.  Per 4 Juni 2021, jumlahnya sudah mencapai 2,4 juta baik investor asing, dalam negeri yang terdiri dari perusahaan dan perorangan.

Selain itu pada 2020 ada 51 perusanaan baru yang melakukan IPO (Initial Public Offering/penawaran saham perdana). 

Sementara per 4 Juni 2021 jumlahnya sudah mencapai 17 perusahaan dan saat ini ada 22 perusahaan lagi yang masih menunggu untuk IPO.  "Indonesia tercatat nomer tujuh IPO pada 2020 lalu," tukasnya. 

Sementara itu Dewi Sriana menjelaskan hingga saat ini, anggota bursa di Jatim ada 60. Dari jumlah itu 46 dari Surabaya, 12 Malang, 1 Jember dan Situbondo. 

Jumlah emiten 40, aset manajemen 11, Galeri Investasi 56 dan Galeri Investasi Syariah 8. "Jumlah SRE 384.131 dan jumlah SID 304.924," ujar Dewi Sriana. 

Saat ini untuk meningkatkan jumlah investor, BEI berusaha untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas terutama kaum milenial, mahasiswa dan siswa SMA sederajad.