Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur akan Terapkan QRIS di Rumah Ibadah

Rabu, 11 Maret 2020 17:25 WIB

Penulis:Asih

Sosialisasi QRIS yang dilakukan BI ke Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur di Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (10/3/2020).
Sosialisasi QRIS yang dilakukan BI ke Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur di Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (10/3/2020). undefined

Bank Indonesia menilai dana sosial umat memiliki potensi yang luar biasa. Karenanya pengelolaan yang profesional dan akuntabel perlu dilakukan para pengurus atau pengelola yayasan untuk menguatkan ekonomi khususnya ekonomi syariah.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jawa Timur bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur memperkenalkan kebijakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) untuk mendorong pengelolaan dana sosial pada rumah ibadah. Acara sosialisasi itu dipusatkan di Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (10/3/2020).  

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah  mengatakan QRIS hadir dalam rangka Gerakan Melawan ke-mubaziran, dalam ekonomi syariah. “Berapa pun adanya uang anda, uang itu harus dimanfaatkan sebaik baiknya,” ujarnya.

Dikatakan Difi, penggunaan QRIS juga memperluas kesempatan bagi masyarakat menyalurkan zakat, infaq, shadaqah, sumbangan sosial lainnya ke tempat ibadah dan lembaga sosial dengan cara non tunai.

Penyaluran dana sosial secara non tunai seperti QRIS sangat membantu pengurus dalam mencatat, mengelola dan pertanggungjawaban sumbangan dari masyarakat.

Dengan adanya sosialisasi serta komitmen DMI wilayah Jawa Timur Difi berharap implementasi QR Code yang sebelumnya telah medapatkan rekor MURI tentang Gerakan elektronifikasi rumah ibadah tersebut melibatkan 14 Bank dan 1.589 rumah ibadah di Jawa Timur, dapat disempurnakan dengan menggunakan QRIS untuk mempermudah seluruh pengguna platform QR dalam melakukan sedekah.

Menyambut baik kebijakan Bank Indonesia tersebut, Drs Muhammad Roziqi selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia wilayah Jawa Timur mengatakan dengan adanya elektronifikasi rumah ibadah telah membantu pengurus masjid dalam mengelola ZISWAF yang selama ini masih dilakukan secara tradisional.

“Tentunya dengan adanya elektronfikasi ini sangat mendorong efisiensi dalam mengelola ZISWAF serta dapat mendorong pendapatan ZISWAF yang lebih banyak lagi,” tandasnya.

Diakui Roziqi, pihaknya mendukung penuh kebijakan Bank Indonesia dan mengimplementasikan pada rumah ibadah masing-masing.

Pada kesempatan yang sama Deputi Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur – Imam Subarkah menyampaikan QRIS dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan pembayaran ritel non-tunai yang inklusif. Khususnya untuk sektor usaha mikro dan kecil termasuk pengelolaan dana sosial. Kehadiran QRIS diharapkan dapat mengakselerasi berbagai program terkait dengan keuangan inklusif, less cash society dan kolaborasi antara fintech dengan perbankan.

“Ketersediaan infrastruktur pendukung berupa Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dapat memfasilitasi interkoneksi dan interoperabilitas instrumen pembayaran menjadi modal besar bagi pengembangan QRIS di Indonesia,” tukasnya.

Imam juga mengajak seluruh peserta untuk hadir dalam Pekan QRIS 2020 yang akan diselenggarakan pada Minggu (15/3/2020) sebagai acara puncak sekaligus mendorong implementasi QRIS pada seluruh sektor. #NggaweQRISyoRek