PBSI
Senin, 16 Maret 2026 13:30 WIB
Penulis:Andri
Editor:Andri

BASEL I halojatim - Kandas sudah harapan Putri Kusuma Wardani menjadi juara Swiss Open 2026. Dalam pertandingan final yang dilaksanakan di Basel, Minggu waktu setempat (15/3/2026), dia kalah dari Supanida Katethong, unggulan ketujuh asal Thailand, dua game langsung 11-21, 15-21.
Kekalahan ini membuat Putri juga gagal membalas kekalahan di final SEA Games 2025. Dalam pertandingan yang dilaksanakan 13 Desember itu, tunggal putri terbaik Indonesia saat ini tersebut juga kalah dua game 18-21. 16-21.
‘’Pertemuan terakhir di SEA Games, saya kalah. Jadi di sini saya dari awal berpikir pengen main terbaik, bisa mengeluarkan semuanya tapi ternyata di lapangan saya merasa under pressure,’’ ungkap Putri.
Dan, ungkapnya, Supanida menurut menggunakan strategi yang pas. Dengan terus membatasi bola atas dan mempercepat tempo.
‘’Sebenarnya tetap bersyukur bisa naik ke podium runner-up. Tapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan kurang puas dengan main hari ini,’’ jelasn Putri.
Dia menambahkan, dua minggu ini pasti dapat pengalaman dari semua pemain juga. Bahkan, Supanida sempat di top 10.
‘’ Kayak dari cara main mereka juga berbeda. Saya bisa belajar juga bagaimana mengatasi permainan seperti An Se Young yang kuat atau Supanida yang mempunyai serangan yang baik,’’ lanjutnya.
Kalau untuk keseluruhan, Putri mengakui, dia harus lebih kuat lagi. Dari fisik, dari teknik juga, nonteknisnya juga.
‘’Apalagi kayak dari fokus dan kemampuan keluar dari tekanan setiap bermain,’’ tandasnya.
Sejak 1999, belum ada lagi pebulu tangkis Indonesia yang menjadi juara tunggal putri. Ketika itu, Cindana Hartono naik ke podium terhormat.(*)
Bagikan