Darurat Corona, Kunjungan ke Kafe dan Resto Turun 30 Persen

Sabtu, 28 Maret 2020 17:30 WIB

Penulis:Asih

Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono (kiri) saat pembukaan sebuah restoran di Surabaya tahun lalu.
Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono (kiri) saat pembukaan sebuah restoran di Surabaya tahun lalu. undefined

Wabah virus corona (COVID-19) yang semakin meluas mengakibatkan bisnis kafe dan restoran merosot. Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim menyebut tingkat kunjungan kafe dan restoran di Surabaya turun hingga 30 persen.

Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono mengatakan penurunan tersebut sudah terlihat sejak akhir pekan lalu atau 13-14 Maret dengan rata-rata turun 20 persen hingga 30 persen. “Penurunan itu terjadi kafe dan restoran yang ada di dalam mal maupun yang standing alone,” kata, Tjahjono, Jumat (27/3/2020).

Menurut Tjahjono, wabah Covid-19 menyebabkan beberapa bahan baku industri kafe dan restoran juga sempat terganggu. Ini karena harganya menjadi semakin mahal. Sebagai contoh bawang bombay, bawang putih dan aneka rempah seperti jahe dan lengkuas. Harga bombay, kata dia, sempat berada di angka Rp250.000 per kilogram (kg). Padahal harga normal bawang bombay adalah Rp60.000 - Rp70.000/kg.  

“Harga bawang bombay saat ini di bawah Rp150.000/kg. Termasuk rempah-rempah ini sempat kesulitan. Bkan karena untuk jamu tapi memang rempah sangat erat dengan industri restoran, dan sejauh ini soal bahan baku masih aman," ungkapnya.

Meski begitu, lanjut Tjahjono, pengusaha kafe dan restoran juga sudah bisa mengganti bahan baku lain. Misalnya, bawang bombay disubtitusi dengan bagian ujung daun bawang karena mempunyai rasa yang hampir sama. “Kami sudah memberi imbauan kepada para anggotanya untuk tetap menjaga kebersihan,” tandasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta pada anggota untuk melakukan pembersihan rutin di dalam restoran dengan disinfektan. Baik saat akan operasional maupun setelah selesai operasional. Restoran maupun kafe harus menyediakan hand sanitizer di setiap outlet, di depan di toilet dan di mana saja yang mudah dijangkau pengunjung. “Termasuk dapur juga harus bersih,” pungkasnya.