Rabu, 22 Januari 2020 19:15 WIB
Penulis:Asih

Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur ditarget bisa mencetak seribu produk unggulan pesantren pada 2023 mendatang. Karena itu, sinergi harus terus dilakukan dari berbagai pihak agar program unggulan Jawa Timur ini bisa tercapai.
Sekretaris Program OPOP Provinsi Jawa Timur Mohammad Ghofirin mengatakan OPOP adalah program yang bbisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri, pengurus pesantren dan alumni. “Kita berusaha untuk memanfaatkan potensi pesantren yang belum digunakan dengan maksimal,” ujarnya.
Program yang baru diresmikan pada 7 Agustus 2019 ini, memiliki tiga pilar yang merupakan fokus utama untuk mengembangkan pesantren yang ada di Jawa Timur. Pilar yang pertama adalah santripreneur yang bertujuan untuk menumbuhkan bakat santri dalam membuat produk yang sesuai syariat dan memberi keuntungan. “Intinya kami berharap para santri memiliki jiwa wirausaha,” tegas Ghofirin.
Pilar yang kedua adalah pesantrenpreneur, yaitu program pemberdayaan ekonomi pesantren melalui koperasi pesantren yang menghasilkan produk halal dan dapat diterima di masyarakat. Salah satu program dari pilar ini adalah memberi pelatihan tata kelola kelembagaan koperasi pondok pesantren. “Kami juga akan memberi pelatihan mengenai bisnis koperasi dalam rangka pengembangan usaha,” ucap Ghofirin.
Dan pilar yang terakhir adalah socio preneur yang bertujuan untuk mengembangkan potensi alumni pesantren dan bersinergi dengan masyarakat. Potensi yang dikembangkan adalah inovasi sosial berbasis digital secara inklusif.
“Sekarang ini sudah mulai banyak produk pesantren yang tergabung di OPOP. Semoga akan terus bertambah sesuai dengan target yang diharapkan,” katanya.
Karena kerjasama terus dilakukan, terutama OPOP) Training Center Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dengan kalangan pesantren. Mengingat jumlah pesantren di Jawa Timur ribuan.
Salah satu kerjasama itu dilakukan Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Situbondo dengan OPOP Training Center Unusa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pondok pesantren.
Dikatakan Ghofirin yang juga Direktur OPOP Training Center Unusa, ruang lingkup kerja sama ini meliputi kegiatan pemberdayaan santri dan alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah yang meliputi program santri wirausaha, pelatihan dan pendampingan produk santri dan alumni, serta kegiatan lainnya.
“Jumlah santri di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo melebih dari 12.000. Harus adanya pengawalan dalam bidang kewirausahaan, baik dari segi santri, pondok pesantren maupun alumninya, sehingga masyarakat pondok pesantren akan sejahtera,” imbuhnya.
Bagikan